Kamu Harus Tahu! Bahaya Ergonomi di Berbagai Sektor Industri yang Harus Diwaspadai

Kamu Harus Tahu! Bahaya Ergonomi di Berbagai Sektor Industri yang Harus Diwaspadai

Ergonomi merujuk pada pendekatan ilmiah untuk merancang pekerjaan dan lingkungan kerja agar sesuai dengan kemampuan fisik dan mental pekerja, sehingga dapat mengurangi risiko cedera, kelelahan, dan stres yang dapat terjadi akibat tugas-tugas pekerjaan. Dalam Permenaker No. 5 tahun 2018 Pasal 1 Ayat 14 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, ergonomi disebut sebagai faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas Tenaga Kerja, disebabkan oleh ketidaksesuaian antara fasilitas kerja yang meliputi cara kerja, posisi kerja, alat kerja, dan beban angkat terhadap Tenaga Kerja.

42 Singkatan K3 yang Wajib Diketahui oleh HSE

42 Singkatan K3 yang Wajib Diketahui oleh HSE

Selama tiga tahun terakhir, angka kecelakaan kerja terus meningkat. Melalui data BPJS Ketenagakerjaan, diketahui kecelakaan kerja pada bulan November 2022 mencapai 265.334 kasus. Jumlah kecelakaan kerja yang tidak sedikit ini membuat kebutuhan akan tenaga ahli di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bertambah. Alhasil, semakin banyak pula orang-orang yang memiliki ketertarikan akan profesi K3.

Peran Emergency Response Plan Demi Kesiapsiagaan di Tempat Kerja

Peran Emergency Response Plan Demi Kesiapsiagaan di Tempat Kerja

Membahas mengenai Emergency Response Plan tidak dapat dipisahkan kaitannya dengan bencana. Bencana dapat didefinisikan sebagai situasi atau serangkaian kejadian yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta kesejahteraan masyarakat, disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk alam, non-alam, dan intervensi manusia. Dampaknya bisa melibatkan hilangnya nyawa manusia, kerusakan pada lingkungan, kerugian harta benda, dan efek psikologis.

Kerugian dari Terbatasnya Penerapan ISO 9001, 14001, dan 45001

Kerugian dari Terbatasnya Penerapan ISO 9001, 14001, dan 45001

ISO atau International Organization for Standardization merupakan salah satu lembaga pengembangan standar terkenal di dunia. Sebagai organisasi internasional non-pemerintah yang independen dengan keanggotaan 169 badan standar nasional, ISO berhasil menyatukan para ahli untuk berbagi pengetahuan dan mengembangkan standar internasional yang bersifat sukarela, berdasarkan konsensus, dan relevan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kolaborasi para ahli  dalam menciptakan inovasi dan memberikan solusi terhadap tantangan global, maka tanggal 14 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Standar Dunia atau World Standards Day (WSD). Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang perlunya standardisasi produk global dan dampaknya terhadap perekonomian.