fungsi helm safety

6 Fungsi Helm Safety dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Helm safety merupakan salah satu Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib digunakan di lingkungan kerja berisiko, seperti proyek konstruksi, pabrik, pertambangan, dan area industri. Penggunaan helm safety bukan hanya sekadar memenuhi aturan, tetapi berperan penting dalam melindungi kepala dari berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan cedera serius. 

Fungsi Helm Safety

Dengan memahami fungsi helm safety serta cara penggunaannya yang benar, pekerja dapat meningkatkan keselamatan kerja dan mengurangi risiko kecelakaan di tempat kerja. Berikut adalah 6 fungsi utama helm safety dalam mendukung keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

1. Melindungi Kepala dari Benturan

Helm safety berfungsi melindungi kepala dari benturan dengan berbagai benda keras, seperti balok, pipa, maupun struktur bangunan. Di area kerja yang ramai dan penuh aktivitas, risiko terbentur sangat tinggi, sehingga penggunaan helm menjadi langkah penting untuk mencegah cedera serius.

2. Melindungi dari Benda Jatuh

Di proyek konstruksi atau area bertingkat, risiko benda jatuh dari atas sangat besar. Helm safety dirancang untuk menyerap energi benturan sehingga dapat melindungi kepala dari cedera akibat kejatuhan alat, material, atau puing.

Baca Juga: 8 Arti Warna Helm Proyek Beserta Jabatannya

3. Mengurangi Risiko Cedera Fatal

Cedera pada kepala merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan kerja yang berakibat fatal. Penggunaan helm safety yang sesuai standar dapat membantu mengurangi risiko cedera parah hingga kematian secara signifikan.

4. Melindungi dari Bahaya Listrik

Beberapa jenis helm safety memiliki fitur isolasi listrik yang membantu melindungi pekerja dari risiko sengatan listrik, terutama bagi teknisi atau pekerja di area dengan instalasi listrik aktif.

5. Menjadi Identitas dan Standar Keselamatan

Perbedaan warna dan jenis helm safety biasanya menunjukkan posisi atau jabatan pekerja, seperti supervisor, engineer, atau tenaga lapangan. Penggunaan helm juga menjadi tanda bahwa pekerja telah mengikuti dan mematuhi aturan keselamatan kerja.

6. Meningkatkan Kesadaran Keselamatan Kerja

Penggunaan helm safety secara konsisten membantu membangun budaya K3 di tempat kerja. Pekerja menjadi lebih sadar akan pentingnya melindungi diri dan mematuhi aturan keselamatan.

Baca Juga: 6 Syarat Helm Untuk Alat Pelindung Diri dalam K3

Tips Pemakaian Helm Safety yang Benar

Berikut panduan cara menggunakan helm safety yang benar untuk mendukung keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

1. Pilih Helm Safety Sesuai Standar

Pastikan helm safety yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan seperti SNI, ANSI, atau ISO, sesuai dengan jenis pekerjaan, serta tidak dalam kondisi retak, pecah, atau rusak. Helm yang sudah rusak tidak lagi mampu memberikan perlindungan maksimal bagi kepala pekerja.

2. Gunakan Helm dengan Posisi yang Tepat

Helm harus menutup bagian atas kepala dengan baik, tidak miring ke depan atau ke belakang, serta terasa nyaman saat digunakan. Posisi yang benar membantu helm menyerap benturan secara optimal dan melindungi kepala dari cedera.

3. Pasang Tali Pengaman dengan Benar

Tali pengaman atau chin strap harus terpasang dengan kuat, tidak terlalu longgar, dan tidak terlalu kencang. Fungsi utama tali ini adalah menjaga helm tetap berada di kepala saat terjadi benturan atau saat melakukan aktivitas berat.

4. Sesuaikan Ukuran Helm dengan Kepala

Gunakan pengatur ukuran pada helm agar pas di kepala, tidak mudah bergeser, dan tetap nyaman meskipun dipakai dalam waktu lama. Helm yang terlalu longgar berisiko lepas, sedangkan helm yang terlalu sempit dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

5. Periksa Kondisi Helm Secara Berkala

Sebelum digunakan, pastikan helm tidak memiliki retakan atau kerusakan, tali pengaman masih kuat, serta bagian dalam helm bersih dan utuh. Pemeriksaan rutin membantu memastikan helm selalu dalam kondisi layak pakai.

Baca Juga: Jenis Alat Pelindung Diri Beserta Fungsinya

6. Gunakan Helm Sesuai Fungsi dan Lingkungan Kerja

Beberapa jenis helm dirancang untuk fungsi khusus, seperti helm isolasi listrik, helm dengan pelindung wajah, atau helm dengan lampu dan visor. Gunakan helm yang sesuai dengan risiko di area kerja agar perlindungan lebih maksimal.

7. Simpan Helm Safety dengan Benar

Saat tidak digunakan, simpan helm di tempat yang kering, hindari paparan panas berlebih, dan jangan menaruh benda berat di atasnya. Penyimpanan yang tepat membantu menjaga kualitas dan memperpanjang umur helm safety.

Penutup

Helm safety bukan hanya perlengkapan kerja, tetapi merupakan pelindung utama yang berperan besar dalam menjaga keselamatan pekerja. Dengan memahami fungsi helm safety serta menggunakannya sesuai prosedur yang benar, risiko cedera kepala dapat diminimalkan secara signifikan. 

Penggunaan helm safety yang konsisten juga membantu membangun budaya keselamatan kerja yang lebih baik, sehingga lingkungan kerja menjadi lebih aman, sehat, dan produktif bagi semua pihak.