
Kepatuhan terhadap Regulasi Nasional
POP Pertambangan merupakan sertifikasi wajib sesuai ketentuan Kementerian ESDM dan BNSP mengacu pada Permen ESDM No. 43 Tahun 2016, bagi pengawas operasional di sektor pertambangan.

Tanggung Jawab Keselamatan Kerja
Membekali peserta dengan kompetensi untuk mengelola keselamatan, kesehatan, dan lingkungan kerja di area tambang secara profesional.

Peningkatan Kompetensi dan Kredibilitas
Menjadi bukti resmi kemampuan teknis dan manajerial dalam menjalankan fungsi pengawasan di lapangan.

Peluang Karier Lebih Luas
Sertifikasi POP Pertambangan diakui secara nasional dan ASEAN serta menjadi salah satu persyaratan penting untuk promosi jabatan maupun peningkatan karier di industri pertambangan.
SERTIFIKASI POP PERTAMBANGAN BNSP COCOK UNTUK SIAPA?
- Praktisi dan Personel HSE di Tambang
- Supervisor atau Pengawas Lapangan di Pertambangan
MATERI PELATIHAN POP PERTAMBANGAN BNSP
- Peraturan dan Perundang-undangan Keselamatan Pertambangan
- Tugas dan Tanggung Jawab Keselamatan Pertambangan
- Pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana
- Investigasi Kecelakaan
- Peraturan dan Perundang-undangan Perlindungan Lingkungan
- Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko
- Inspeksi Keselamatan Pertambangan
- Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)
FASILITAS PELATIHAN POP PERTAMBANGAN ONLINE
- 10-Days Intensive Training (30 Competencies, 30 Certificates)
- Souvenir Eksklusif MMS* (dengan syarat)
- Softcopy Materi Pelatihan
- Rekaman Materi
- Sertifikat POP Tambang BNSP
- Kartu Kompetensi BNSP
- Komunitas Ribuan Alumni Se-Indonesia
- Program Dukungan Karir

Trusted & Certified
PJK3 terpercaya dengan akreditasi ISO 9001:2015

Dibimbing Expertise
Belajar interaktif langsung bersama para praktisi dan tenaga ahli

Dukungan Karir
Fasilitas bedah CV, persiapan interview, hingga konsultasi karir

Networking Berkualitas
Akses eksklusif ke komunitas 30.000+ alumni di berbagai perusahaan besar

Service Excellence
Pendampingan penuh dari pendaftaran hingga sertifikat diterima

Praktik & Workshop
Pengalaman nyata dengan kurikulum industri terbaru untuk portofolio
Nantikan jadwal terbaru!
K3 tambang adalah penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja dalam kegiatan pertambangan yang bertujuan mengendalikan risiko kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta potensi bahaya di area tambang.
Salah satu sertifikasi yang paling umum dibutuhkan di sektor pertambangan adalah POP (Pengawas Operasional Pertama) Pertambangan dari BNSP, karena kompetensi ini berkaitan langsung dengan pengawasan keselamatan operasional dan pengendalian risiko kerja di area tambang.
POP (Pengawas Operasional Pertama) adalah jenjang kompetensi pengawas operasional tambang yang bertanggung jawab memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar keselamatan dan prosedur operasional yang berlaku.
POP merupakan jenjang awal pengawas operasional, sedangkan POM (Pengawas Operasional Madya) berada pada level lebih tinggi dengan cakupan tanggung jawab dan kompleksitas pengawasan yang lebih besar.
Sertifikasi K3 di sektor pertambangan mencakup beberapa jenjang kompetensi, seperti POP (Pengawas Operasional Pertama), POM (Pengawas Operasional Madya), dan POU (Pengawas Operasional Utama). Di Mutiara Mutu Sertifikasi, program yang tersedia saat ini adalah sertifikasi POP Pertambangan.
Biaya program pelatihan dan sertifikasi POP Pertambangan BNSP di Mutiara Mutu Sertifikasi ditetapkan sebesar Rp3.750.000 (harga belum termasuk ongkos kirim fasilitas dan sertifikat), sesuai standar dan skema kompetensi yang berlaku.
Pelatihan POP Pertambangan di Mutiara Mutu Sertifikasi dilaksanakan secara online selama 4 hari, sesuai skema program yang berlaku.
Perpindahan dari POP ke POM tidak ditentukan oleh waktu tertentu, tetapi bergantung pada pengalaman kerja, pemenuhan persyaratan jabatan, dan ketentuan kompetensi yang berlaku.
POP merupakan jenjang awal pengawas operasional, sedangkan POU (Pengawas Operasional Utama) adalah jenjang tertinggi dengan tanggung jawab strategis dalam pengendalian operasional tambang.
Pengawas operasional berfokus pada keselamatan dan pengendalian aktivitas kerja harian, sedangkan pengawas teknis lebih menitikberatkan aspek teknis pertambangan sesuai bidang keahlian tertentu.
