alat keselamatan kerja di laboratorium

14 Alat Keselamatan Kerja di Laboratorium

Laboratorium adalah tempat kerja dengan risiko tinggi karena melibatkan bahan kimia, agen biologis, peralatan panas, serta potensi kebakaran dan ledakan. Tanpa pengendalian yang baik, aktivitas di laboratorium dapat menyebabkan kecelakaan, gangguan kesehatan, hingga dampak pada lingkungan. 

Oleh karena itu, penerapan K3 di laboratorium tidak hanya bergantung pada prosedur kerja, tetapi juga pada ketersediaan dan penggunaan alat keselamatan kerja sesuai standar.

Alat Keselamatan Kerja di Laboratorium

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di laboratorium wajib didukung oleh ketersediaan dan penggunaan alat keselamatan kerja yang tepat. 

Berikut adalah 14 alat keselamatan kerja di laboratorium beserta penjelasannya.

1. Jas Laboratorium

Jas laboratorium digunakan untuk melindungi tubuh dan pakaian dari percikan bahan kimia atau bahan berbahaya lainnya. Selain itu, jas ini membantu mencegah kontaminasi menyebar ke luar laboratorium dan menandakan bahwa penggunanya sedang melakukan kegiatan di laboratorium.

2. Sarung Tangan

Sarung tangan berfungsi melindungi tangan dari kontak langsung dengan bahan kimia, mikroorganisme, atau permukaan yang terkontaminasi. Jenis sarung tangan dipilih sesuai jenis pekerjaan, agar perlindungan yang diberikan tetap aman dan efektif.

Baca Juga: Keselamatan Kerja di Laboratorium Fisika

3. Kacamata Pelindung

Kacamata pelindung digunakan untuk melindungi mata dari percikan bahan kimia, debu, dan uap berbahaya. Alat ini penting karena mata sangat sensitif dan mudah mengalami cedera saat bekerja di laboratorium.

4. Masker atau Respirator

Masker atau respirator digunakan untuk melindungi saluran pernapasan dari debu, uap kimia, gas, atau aerosol berbahaya. Untuk risiko tertentu, diperlukan respirator dengan filter khusus agar perlindungan yang diberikan sesuai dengan tingkat paparan di laboratorium.

5. Face Shield

Face shield digunakan untuk melindungi seluruh wajah dari percikan bahan berbahaya atau reaksi kimia yang tidak terduga. Alat ini biasanya dipakai bersama kacamata pelindung untuk memberikan perlindungan tambahan, terutama saat bekerja dengan risiko tinggi.

6. Sepatu Safety

Sepatu safety melindungi kaki dari tumpahan bahan kimia, benda tajam, atau benda berat yang jatuh. Sepatu laboratorium sebaiknya tertutup penuh, memiliki sol anti-slip, dan tahan terhadap bahan kimia ringan.

7. Lemari Asam (Fume Hood)

Lemari asam berfungsi menghisap dan membuang uap, gas, atau debu berbahaya agar tidak menyebar di area kerja. Alat ini penting digunakan saat menangani bahan kimia yang mudah menguap atau beracun.

Baca Juga: Keselamatan Kerja di Laboratorium Kimia

8. Eye Wash Station

Eye wash station berfungsi untuk membilas mata secara cepat ketika terjadi paparan bahan kimia atau partikel berbahaya. Alat ini harus mudah dijangkau dan selalu dalam kondisi siap pakai untuk meminimalkan risiko cedera mata.

9. Safety Shower

Safety shower digunakan untuk membilas tubuh dengan cepat saat terkena tumpahan bahan kimia dalam jumlah besar. Pembilasan segera membantu mengurangi cedera dan mencegah bahan berbahaya menyerap ke kulit.

10. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

APAR disediakan untuk mengendalikan kebakaran kecil yang dapat terjadi akibat reaksi kimia, korsleting listrik, atau sumber panas lainnya. Jenis APAR harus disesuaikan dengan potensi bahaya kebakaran di laboratorium.

11. Kotak P3K

Kotak P3K digunakan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan ringan seperti luka sayat, luka bakar kecil, atau iritasi. Ketersediaan P3K memungkinkan penanganan cepat sebelum korban mendapatkan perawatan medis lanjutan.

12. Spill Kit

Spill kit digunakan untuk menangani tumpahan bahan kimia atau biologis secara aman. Alat ini membantu mencegah bahan berbahaya menyebar dan mengurangi risiko paparan bagi pekerja laboratorium.

Baca Juga: Fungsi MSDS yang Wajib Diketahui Petugas K3

13. Label dan Simbol Bahaya

Label dan simbol bahaya digunakan untuk memberikan informasi tentang jenis bahan, tingkat risiko, dan cara penanganannya. Penandaan yang jelas sangat penting untuk mencegah kesalahan penggunaan dan meningkatkan kewaspadaan di laboratorium.

14. Tempat Limbah B3

Tempat limbah B3 digunakan untuk menampung limbah berbahaya dan beracun yang dihasilkan dari kegiatan laboratorium. Pengelolaan limbah yang benar mencegah pencemaran lingkungan dan melindungi kesehatan pekerja serta masyarakat sekitar.

Penutup

Penerapan alat keselamatan kerja di laboratorium bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting untuk melindungi keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan memahami fungsi dan cara penggunaan alat keselamatan, risiko kecelakaan, paparan bahan berbahaya, dan pencemaran lingkungan dapat dikurangi. 

Keselamatan laboratorium hanya dapat terwujud jika didukung oleh kesadaran dan disiplin seluruh pengguna, sehingga K3 perlu dijadikan budaya kerja dalam setiap aktivitas laboratorium.