Materi P5M Tentang Keselamatan Kerja dan Penjelasannya

Materi P5M Tentang Keselamatan Kerja dan Penjelasannya

Kecelakaan kerja sering kali terjadi bukan karena kurangnya aturan, tetapi karena kurangnya kewaspadaan sebelum pekerjaan dimulai. Padahal, langkah pencegahan bisa dilakukan melalui briefing singkat yang sederhana namun efektif. Salah satu metode yang banyak diterapkan di berbagai sektor industri adalah P5M.

Apa Itu P5M?

P5M adalah singkatan dari Pertemuan 5 Menit atau Pembicaraan 5 Menit. P5M adalah kegiatan pengarahan singkat yang dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. Biasanya dipimpin oleh supervisor, safety officer, atau penanggung jawab area kerja. Tujuan utama P5M adalah:

  • Mengingatkan potensi bahaya kerja hari itu
  • Menjelaskan langkah pengendalian risiko
  • Memastikan pekerja memahami prosedur kerja aman
  • Meningkatkan kewaspadaan sebelum bekerja

P5M sering diterapkan di proyek konstruksi, manufaktur, pertambangan, hingga industri migas.

Materi P5M Tentang Keselamatan Kerja

Berikut beberapa materi yang umum dibahas dalam P5M:

1. Identifikasi Bahaya (Hazard Identification)

Pada sesi ini, pemimpin briefing menjelaskan potensi bahaya yang mungkin terjadi pada pekerjaan hari tersebut. Contoh:

  • Bahaya jatuh dari ketinggian
  • Bahaya tertimpa material
  • Paparan kebisingan tinggi
  • Risiko tersengat listrik

Tujuannya agar pekerja lebih waspada terhadap risiko spesifik yang akan dihadapi.

Baca Juga: 10 Contoh Penerapan K3 di Tempat Kerja yang Efektif

2. Prosedur Kerja Aman (Safe Work Procedure)

Setelah bahaya diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah menjelaskan cara kerja yang aman. Materi ini bisa meliputi:

  • Tahapan kerja yang benar
  • Penggunaan alat sesuai SOP
  • Izin kerja (work permit)
  • Lock Out Tag Out (LOTO) untuk pekerjaan kelistrikan

Penjelasan ini penting untuk mencegah kesalahan kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan.

3. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

APD wajib disesuaikan dengan jenis pekerjaan. Contoh APD yang sering dibahas dalam P5M:

  • Helm keselamatan
  • Safety shoes
  • Sarung tangan kerja
  • Kacamata pelindung
  • Body harness untuk kerja di ketinggian
  • Masker respirator untuk paparan debu/kimia

Dalam P5M, supervisor memastikan semua pekerja sudah menggunakan APD sesuai standar sebelum mulai bekerja.

Baca Juga: Jenis Alat Pelindung Diri Beserta Fungsinya

4. Evaluasi Insiden atau Near Miss

Jika sebelumnya terjadi:

  • Kecelakaan kerja
  • Hampir celaka (near miss)
  • Pelanggaran prosedur

Maka hal tersebut dibahas singkat dalam P5M agar tidak terulang kembali. Ini menjadi media pembelajaran bersama.

5. Kondisi Kesehatan dan Kesiapan Kerja

Keselamatan kerja tidak hanya soal alat dan prosedur, tetapi juga kondisi pekerja. Biasanya dalam P5M ditanyakan:

  • Apakah ada yang kurang fit?
  • Apakah ada pekerja yang kelelahan?
  • Apakah pekerjaan hari ini membutuhkan izin khusus?

Hal ini penting untuk memastikan pekerja dalam kondisi siap dan aman.

Manfaat P5M dalam Keselamatan Kerja

Pelaksanaan P5M secara rutin memberikan manfaat seperti:

1. Meningkatkan Kesadaran dan Kepedulian terhadap K3

P5M membantu pekerja lebih sadar terhadap potensi bahaya sebelum pekerjaan dimulai. Dengan pengarahan rutin, budaya waspada menjadi kebiasaan sehari-hari.

2. Mengurangi Risiko Kecelakaan Kerja

Dengan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang dijelaskan di awal, kemungkinan terjadinya kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.

3. Memperkuat Komunikasi Antar Tim

P5M menjadi wadah komunikasi antara supervisor dan pekerja. Informasi penting tersampaikan dengan jelas sehingga mengurangi miskomunikasi di lapangan.

4. Meningkatkan Kepatuhan terhadap Prosedur dan SOP

Pengulangan prosedur kerja aman setiap hari membuat pekerja lebih disiplin dalam mengikuti aturan dan menggunakan APD sesuai standar.

5. Membangun Budaya Safety yang Konsisten

Pelaksanaan P5M secara rutin menciptakan kebiasaan kerja yang mengutamakan keselamatan. Dalam sistem manajemen K3 seperti SMK3 maupun standar internasional seperti ISO 45001, komunikasi dan briefing keselamatan menjadi bagian penting dalam pengendalian risiko.

Kesimpulan

P5M (Pertemuan 5 Menit) adalah briefing singkat sebelum bekerja yang berperan penting dalam menjaga keselamatan kerja. Meski hanya berlangsung sekitar lima menit, P5M membantu meningkatkan kesadaran K3, mengurangi risiko kecelakaan, memperkuat komunikasi tim, dan membangun budaya keselamatan di tempat kerja.

Pelaksanaan P5M juga mendukung penerapan sistem manajemen K3 seperti SMK3 dan ISO 45001 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam melindungi pekerja.