9 Jenis Carabiner untuk Keselamatan di Ketinggian
Dalam pekerjaan di ketinggian, keselamatan tidak hanya bergantung pada prosedur kerja, tetapi juga pada ketepatan pemilihan peralatan yang digunakan. Salah satu komponen penting dalam sistem pengaman jatuh (fall protection) adalah carabiner yang berfungsi sebagai penghubung antar peralatan keselamatan.
Jenis-Jenis Carabiner
Memahami jenis-jenis carabiner menjadi langkah awal yang penting agar sistem pengamanan bekerja secara optimal dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Meski bentuknya terlihat sederhana, setiap jenis carabiner dirancang dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan kerja.
Berikut ini adalah 9 jenis carabiner yang umum digunakan untuk keselamatan kerja di ketinggian beserta fungsi dan karakteristiknya.
1. Oval Carabiner

Oval carabiner adalah carabiner berbentuk simetris yang mendistribusikan beban secara merata sehingga stabil dan aman digunakan bersama peralatan seperti pulley dan ascender.
Karakteristik utama:
- Distribusi beban merata
- Cocok untuk pulley dan ascender
- Mengurangi risiko cross-loading
Umum digunakan untuk: sistem hauling, rescue, dan pekerjaan teknis.
2. D-Shaped Carabiner

Carabiner berbentuk huruf D adalah salah satu yang paling kuat. D-shaped carabiner dirancang untuk memusatkan beban pada tulang punggungnya sehingga stabil dan aman digunakan sebagai koneksi utama atau anchor point dalam sistem fall protection.
Karakteristik utama:
- Beban terkonsentrasi di tulang punggung carabiner
- Kekuatan tinggi
- Stabil saat menerima beban berat
Umum digunakan untuk: anchor point dan koneksi utama sistem fall protection.
3. Asymmetrical D Carabiner

Asymmetrical D carabiner merupakan carabiner ringan dengan desain asimetris yang mengarahkan beban ke sisi terkuatnya, sehingga praktis dan aman digunakan untuk climbing industri dan rope access.
Karakteristik utama:
- Lebih ringan
- Efisien dalam mengarahkan beban ke sisi terkuat
- Mudah dikaitkan
Umum digunakan untuk: climbing industri dan rope access.
Baca Juga: Aturan Bekerja di Ketinggian
4. Pear / HMS Carabiner

Pear atau HMS carabiner merupakan carabiner berbentuk buah pir dengan ruang dalam besar yang memudahkan penggunaan simpul belay seperti Munter Hitch serta fleksibel untuk belaying, rescue, dan sistem pengamanan dinamis.
Karakteristik utama:
- Ruang dalam besar
- Cocok untuk simpul belay (Munter Hitch)
- Fleksibel untuk berbagai sistem
Umum digunakan untuk: belaying, rescue, dan sistem pengamanan dinamis.
5. Screw Lock Carabiner

Jenis ini banyak dipilih untuk pekerjaan yang relatif stabil karena pengguna dapat mengontrol penuh kondisi penguncian, sekaligus menawarkan solusi yang praktis dan ekonomis untuk koneksi semi-permanen.
Karakteristik utama:
- Pengunci kuat dan sederhana
- Memerlukan pengecekan manual
- Lebih ekonomis
Umum digunakan untuk: pekerjaan statis dan semi-permanen. Misalnya, untuk menghubungkan lanyard ke anchor point tetap pada pekerjaan perawatan gedung atau instalasi yang bersifat statis.
Baca Juga: Pengertian dan Perbedaan Fungsi TKPK dan TKBT
6. Auto Lock Carabiner

Auto lock carabiner memiliki sistem pengunci otomatis. Auto lock carabiner digunakan untuk menghubungkan harness dengan lifeline atau lanyard pada pekerjaan di ketinggian berisiko tinggi karena penguncinya menutup otomatis sehingga mengurangi risiko kelalaian pengguna.
Karakteristik utama:
- Mengunci sendiri saat ditutup
- Mengurangi risiko human error
- Lebih aman untuk pekerjaan kritis
Umum digunakan untuk: pekerjaan ketinggian berisiko tinggi dan rescue.
7. Triple Lock Carabiner
_1769581495.jpg)
Triple lock carabiner digunakan untuk menghubungkan harness ke anchor point pada pekerjaan konstruksi berat atau industri migas karena sistem pengunci tiga tahapnya memberikan tingkat keamanan yang sangat tinggi.
Karakteristik utama:
- Tingkat keamanan sangat tinggi
- Sulit terbuka secara tidak sengaja
- Standar di banyak industri
Umum digunakan untuk: industri migas, konstruksi berat, dan pekerjaan dengan regulasi ketat.
8. Snap Hook Carabiner (Scaffold Hook)

Snap hook carabiner atau scaffold hook digunakan untuk mengaitkan lanyard ke struktur baja berdiameter besar karena memiliki bukaan lebar dan sistem pengunci yang aman.
Karakteristik utama:
- Bukaan besar untuk pipa atau scaffolding
- Dilengkapi double atau triple lock
- Dirancang untuk koneksi struktur besar
Umum digunakan untuk: scaffolding dan steel structure.
Baca Juga: Regulasi K3 Terkait Tenaga Kerja di Ketinggian
9. Captive Eye Carabiner

Captive eye carabiner dimanfaatkan untuk koneksi tetap pada sistem pengaman jatuh agar carabiner selalu berada pada posisi yang benar dan mengurangi risiko salah arah beban.
Karakteristik utama:
- Mencegah carabiner berputar
- Posisi selalu optimal
- Meningkatkan stabilitas sistem
Umum digunakan untuk: lanyard permanen dan sistem fall arrest.
Kesimpulan
Carabiner bukan sekadar pengait, melainkan komponen krusial dalam sistem keselamatan kerja di ketinggian yang memiliki peran besar dalam mencegah kecelakaan.
Setiap jenis carabiner dirancang dengan fungsi, kelebihan, dan batasan yang berbeda, sehingga pemilihannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Jenis pekerjaan, besaran beban kerja, sistem penguncian, serta standar keselamatan yang berlaku harus menjadi pertimbangan utama sebelum digunakan.
Dengan memahami berbagai jenis carabiner yang tepat, pekerja maupun perusahaan dapat meningkatkan tingkat keselamatan kerja sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di ketinggian.
