contoh bahaya fisik

15 Contoh Bahaya Fisik di Tempat Kerja

Setiap tempat kerja memiliki potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan tenaga kerja. Salah satu yang paling umum adalah bahaya fisik, yaitu risiko yang berasal dari faktor lingkungan seperti kebisingan, suhu ekstrem, pencahayaan, mesin, serta kondisi area kerja.

Tanpa pengendalian yang tepat, bahaya fisik dapat menimbulkan cedera, gangguan kesehatan, hingga kecelakaan kerja yang berdampak serius.

Contoh Bahaya Fisik di Tempat Kerja

Memahami beberapa contoh bahaya fisik sangat penting, baik untuk pekerja, HSE Officer, maupun perusahaan, agar dapat menerapkan langkah pencegahan yang tepat.

Berikut 15 contoh bahaya fisik di tempat kerja yang paling sering ditemukan.

1. Kebisingan Berlebihan

Suara bising dari mesin atau alat berat dapat merusak pendengaran jika terjadi terus-menerus. Selain itu, kebisingan juga membuat pekerja sulit fokus, lebih mudah stres, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

2. Getaran Mesin

Getaran yang terus-menerus dari alat kerja seperti bor, grinder, atau mesin berat dapat mengganggu sistem saraf, otot, dan pembuluh darah. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini bisa menyebabkan nyeri sendi hingga gangguan fungsi tangan.

Baca Juga: 3 Faktor Umum Penyebab Kecelakaan Kerja

3. Suhu Panas Ekstrem

Bekerja di suhu panas dapat menyebabkan dehidrasi dan heat stress. Jika tidak dilindungi dengan baik, pekerja bisa mengalami kelelahan, pusing, hingga heat stroke.

4. Suhu Dingin Ekstrem

Paparan suhu dingin di ruang penyimpanan beku atau lingkungan kerja tertentu dapat mengganggu sirkulasi darah. Kondisi ini berpotensi menyebabkan hipotermia dan penurunan fungsi tubuh.

5. Radiasi

Radiasi dari peralatan medis, pengelasan, atau sumber tertentu dapat merusak jaringan tubuh. Paparan jangka panjang meningkatkan risiko kerusakan sel dan gangguan kesehatan serius.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Kecelakaan Kerja di Perusahaan

6. Pencahayaan Tidak Memadai

Penerangan yang kurang atau berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mata dan menurunkan fokus kerja. Hal ini berisiko memicu kesalahan kerja dan kecelakaan.

7. Debu di Lingkungan Kerja

Debu dari proses produksi atau material tertentu dapat terhirup oleh pekerja. Jika terpapar dalam waktu lama, debu dapat menimbulkan gangguan pernapasan dan penyakit paru-paru.

8. Tekanan Udara Tinggi atau Rendah

Perubahan tekanan udara, seperti saat bekerja di bawah laut atau di ketinggian, dapat mengganggu pernapasan dan telinga. Dampaknya bisa berupa nyeri telinga dan masalah keseimbangan.

9. Permukaan Licin

Lantai yang basah, licin, atau tidak rata bisa membuat pekerja terpeleset dan jatuh. Jika terjadi kecelakaan, pekerja bisa terluka atau mengalami cedera serius. Karena itu, lantai harus selalu dijaga agar tetap bersih, kering, dan aman.

Baca Juga: Cara Investigasi Kecelakaan Kerja

10. Benda Jatuh dari Ketinggian

Material atau alat yang tidak terpasang dengan aman berpotensi jatuh dan mencederai pekerja di bawahnya. Cedera kepala merupakan salah satu risiko paling fatal.

11. Mesin Tanpa Pelindung

Mesin yang tidak dilengkapi pelindung dapat membuat tangan atau pakaian mudah tersangkut. Kondisi ini berisiko menimbulkan cedera serius, bahkan hingga kehilangan anggota tubuh.

12. Kabel Listrik Terbuka

Instalasi listrik yang tidak aman berisiko menyebabkan sengatan listrik dan kebakaran. Pekerja dapat mengalami cedera serius hingga fatal.

13. Area Kerja Sempit

Ruang kerja yang sempit membuat pekerja sulit bergerak dan keluar saat keadaan darurat. Jika jalur evakuasi terhalang, risiko terjepit atau terluka menjadi lebih besar. Karena itu, pengaturan ruang kerja dan jalur evakuasi yang aman sangat penting.

14. Alat Kerja Rusak

Peralatan yang tidak layak pakai dapat gagal berfungsi saat digunakan. Hal ini berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja dan cedera pada pekerja.

15. Paparan Cahaya Silau

Cahaya yang terlalu terang, seperti saat pengelasan, dapat membuat mata silau dan sulit melihat dengan jelas. Jika terjadi terus-menerus tanpa perlindungan, mata bisa cepat lelah, iritasi, bahkan berisiko rusak. 

Kesimpulan

Bahaya fisik merupakan salah satu faktor risiko utama di tempat kerja yang dapat berdampak langsung pada keselamatan dan kesehatan pekerja. Dengan memahami berbagai contoh bahaya fisik, pekerja dan perusahaan dapat lebih siap dalam menerapkan langkah pencegahan yang tepat.

Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi semua pihak.