materi food safety

3 Materi Food Safety Lengkap untuk Tenaga Kerja Pangan

Keamanan pangan merupakan aspek krusial dalam industri pangan karena berkaitan langsung dengan kesehatan konsumen dan keberlangsungan usaha. Setiap tahapan proses, mulai dari penerimaan bahan baku hingga produk siap didistribusikan, memiliki potensi risiko yang harus dikendalikan secara sistematis. 

Oleh karena itu, penerapan food safety dan sistem manajemen keamanan pangan yang tepat menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan dan tenaga kerja di industri pangan agar produk yang dihasilkan tetap aman, bermutu, dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Materi Pelatihan Food Safety di MMS

Berikut ada tiga materi utama dalam pelatihan food safety management system.

1. Hazard Analysis & Critical Control Point (HACCP)

HACCP merupakan sistem manajemen keamanan pangan yang berfokus pada identifikasi, analisis, dan pengendalian bahaya di setiap tahapan proses produksi pangan. Sistem ini dirancang untuk mencegah bahaya sebelum produk sampai ke konsumen, bukan sekadar mendeteksi masalah di akhir proses.

Melalui materi HACCP, peserta pelatihan dibekali pemahaman mengenai konsep dasar HACCP serta urgensi penerapannya di industri pangan, jenis bahaya pangan dan sumber-sumbernya, serta cara menentukan Critical Control Point (CCP) dan critical limit berdasarkan studi kasus. 

Selain itu, peserta memahami tujuh prinsip HACCP dan dua belas langkah penerapannya secara sistematis, mampu melakukan monitoring implementasi di lapangan, serta memahami strategi penerapan HACCP agar berjalan efektif dan berkelanjutan di perusahaan.

Baca Juga: Apa itu Food Safety? Tujuan dan Manfaatnya

2. Good Manufacturing Practices (GMP)

Good Manufacturing Practices (GMP) adalah pedoman cara produksi pangan yang baik dan benar untuk memastikan produk dihasilkan secara higienis, konsisten, dan terkendali. GMP menjadi fondasi dasar sebelum sistem manajemen keamanan pangan yang lebih kompleks diterapkan.

Dalam materi GMP, peserta memahami konsep dan mekanisme penerapan GMP di perusahaan, prinsip-prinsip dasar yang menjadi standar minimum produksi pangan, serta aspek penting seperti fasilitas, peralatan, personel, dan proses produksi. 

Peserta juga dibekali pemahaman praktik pengelolaan penyimpanan bahan, pengendalian operasi, perlindungan produk, serta implementasi dan monitoring penerapan GMP di lingkungan kerja.

3. Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2018

ISO 22000:2018 adalah standar internasional yang menggabungkan prinsip HACCP dengan pendekatan sistem manajemen berbasis risiko. Standar ini dirancang untuk memastikan seluruh rantai pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga produk akhir, dikelola secara aman, terstruktur, terdokumentasi, dan berkelanjutan.

Melalui pemahaman ISO 22000:2018, peserta dapat mengenali persyaratan serta klausul yang berlaku, memahami konsep inti dalam sistem manajemen keamanan pangan, dan menerapkannya dalam proses produksi agar selaras dengan standar internasional. 

Peserta juga dibekali kemampuan untuk menyusun, mengevaluasi, serta melakukan perbaikan sistem manajemen keamanan pangan di perusahaan sesuai ketentuan ISO 22000:2018.

Jenis Bahaya dalam Food Safety

Dalam penerapannya, food safety berfokus pada tiga jenis bahaya utama, yaitu:

1. Bahaya Biologis

Berasal dari mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur yang dapat menyebabkan keracunan pangan dan penyakit, umumnya akibat kebersihan dan sanitasi yang kurang baik.

2. Bahaya Kimia

Berupa zat berbahaya seperti residu bahan pembersih, pestisida, atau logam berat yang tidak terlihat secara kasat mata tetapi berisiko tinggi bagi kesehatan.

3. Bahaya Fisik

Berasal dari benda asing seperti kaca, logam, atau plastik yang dapat mencederai konsumen apabila ikut terbawa dalam produk pangan.

Kesimpulan

Food Safety Management System (FSMS) bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi merupakan komitmen perusahaan dalam melindungi konsumen dan menjaga keberlangsungan bisnis. Dengan memahami materi HACCP, GMP, ISO 22000:2018, serta jenis bahaya dalam food safety, perusahaan dan tenaga kerja dapat berperan aktif dalam mencegah risiko keamanan pangan sejak dini. 

Sebagai upaya peningkatan kompetensi, pelatihan Food Safety juga tersedia di kelas Mutiara Mutu Sertifikasi (MMS). Program pelatihan ini dirancang secara terstruktur dan dibimbing oleh praktisi berpengalaman untuk membantu penerapan food safety yang efektif dan sesuai standar di lingkungan kerja.