SKKNI K3 Konstruksi

SKKNI Untuk K3 Konstruksi Di Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian, serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan. Di bidang konstruksi, SKKNI menjadi acuan untuk memastikan tenaga ahli K3 benar-benar kompeten menjaga keselamatan di proyek.

Apa Itu SKKNI?

Menurut Kemnaker RI, SKKNI dikembangkan melalui konsultasi dengan industri terkait agar sesuai dengan kebutuhan di tempat kerja. SKKNI digunakan terutama untuk merancang dan melaksanakan pelatihan kerja, menilai hasil pelatihan, serta menilai tingkat keterampilan dan keahlian seseorang. SKKNI ditetapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan.

Dasar Hukum Penetapan SKKNI

SKKNI diamanatkan dalam Pasal 10 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pada ayat (4) pasal yang sama disebutkan bahwa tata cara penetapan standar kompetensi kerja diatur oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.

Saat ini, tata cara penetapan SKKNI diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Sebelumnya, aturan ini beberapa kali berubah melalui peraturan berikut.

  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.227/MEN/2003 tentang Tata Cara Penetapan SKKNI
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.69/MEN/V/2004 tentang Perubahan Lampiran KEP.227/MEN/2003
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.21/MEN/X/2007 tentang Tata Cara Penetapan SKKNI
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan SKKNI

SKKNI K3 Konstruksi

SKKNI untuk K3 konstruksi ditetapkan melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 350 Tahun 2014 tentang Penetapan SKKNI Kategori Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Golongan Pokok Jasa Arsitektur dan Teknik Sipil; Analisis dan Uji Teknis Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi.

Dalam SKKNI tersebut, Ahli K3 Konstruksi didefinisikan sebagai Ahli K3 yang mempunyai kompetensi khusus di bidang K3 Konstruksi dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen K3 Konstruksi yang mencakup bidang keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan, dengan validitas yang dibuktikan melalui sertifikat dari instansi yang berwenang.

Sementara itu, pekerjaan konstruksi didefinisikan sebagai keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan, masing-masing beserta kelengkapannya, untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain.

Kenapa SKKNI K3 Konstruksi Penting?

SKKNI K3 konstruksi menjadi acuan dalam menyusun program pelatihan dan uji kompetensi tenaga ahli K3 di sektor konstruksi. Dengan standar yang sama secara nasional, perusahaan bisa lebih yakin bahwa tenaga ahli yang ditempatkan di proyek memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan lapangan.

Jika kamu ingin berkarier sebagai tenaga ahli K3 di proyek konstruksi, kamu bisa memulainya dengan mengikuti pelatihan Ahli Muda K3 Konstruksi di Mutiara Mutu Sertifikasi

Konsultasi
Sekarang