Penerapan HACCP : Ada 5 Langkah Yang Harus Diikuti

Penerapan HACCP : Ada 5 Langkah Yang Harus Diikuti

Penerapan HACCP – Dunia industri pangan sangat banyak karena kebutuhan orang orang terhadap makanan juga banyak ; ada yang membutuhkan makanan ringan, makanan berat, makanan cepat saji, minuman praktis dan lain sebagainya. Jumlah populasi manusia di Bumi ini ada sekitar 7,6 miliar jiwa, jika 10% nya saja membutuhkan makanan yang praktis maka bisa dibayangkan berapa besar demand yang ada.

Permintaan akan makanan ini seperti sebuah kue ulang tahun yang besar dan masing masing pebisnis industri pangan memiliki porsinya masing masing. Jumlah yang begitu besar ini harus benar benar diawasi dan diperhatikan mengingat ini menyangkut kehidupan banyak orang, jika saja makanan yang didistribusikan tidak aman dan berbahaya maka konsumen juga terancam hal yang sama.

Masihkah anda ingat tentang kasus kasus keamanan pangan seperti ibu dan 3 anaknya yang keracunan setelah mengkonsumsi makanan kaleng, lalu ada coklat wafer bermerek yang ternyata mengandung plastik didalamnya dan terpaksa harus melakukan product recall yang pastinya merugikan banyak orang ; produsen, konsumen, stakeholder, distributor dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan penerapan haccp yang masih belum maksimal untuk dilakukan dan diawasi.

 

vjbjjj

Apa itu HACCP ? Menurut WHO, Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis (Hazard Analysis and Critical Control Points, HACCP) didefinisikan sebagai suatu pendekatan ilmiah, rasional, dan sistematik untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan bahaya. Pada awalnya, prinsip HACCP dibuat untuk keamanan bahaya pangan, namun sistem ini akhirnya dapat diaplikasikan lebih luas dan mencakup industri lainnya. Aplikasi HACCP, terutama yang diperuntukkan bagi pangan, dilaksanakan berdasarkan beberapa pedoman, yaitu prinsip umum kebersihan pangan Codex, Codex yang sesuai dengan kode praktik, dan undang-undang keamanan pangan yang sesuai (sumber).

Untuk bisa melakukan penerapan HACCP, perusahaan ataupun produsen harus mengikuti 5 langkah utama berikut ini :

  1. Pembentukan TIM keamanan pangan : Adanya tim keamanan pangan ini akan menjadi pion utama dalam memperhatikan sisi keamanan pangan mulai dari proses awal hingga akhir. Tim ini juga memiliki kriteria seperti : Multi disipliner, berasal dari berbagai departemen perusahaan, mengerti dan berpengalaman dalam produk dan proses serta memiliki dasar pengetahuan biologi dan kimia.
  2. Penetapan Karekteristik produk : Setelah memiliki tim ahli lalu langkah selanjutnya ada menetapkan karakteristik produk dengan cara dideskripsikan apa saja komposisi didalamnya, karakter kimia dan biologi serta bagaimanya proses produksi dan penyimpanannya. Semua itu disiapkan dalam dokumen tertentu yang sudah menjadi standarisasi HACCP.
  3. Identifikasi Pengguna ( Konsumen ) : Pada titik ini, tim keamanan pangan harus bisa mendeteksi calon konsumen dari produk yang sedang mereka terapkan HACCP nya, mulai dari informasi cara penggunaan sampai pada kelompok kelompok konsumen yang sensitif terhadap produk tersebut.
  4. Menyusun diagram alir : Diagram ini digunakan sebagai penyebaran informasi terkait proses produksi secara aktual, didalamnya harus memuat bahan peralatan, kondisi proses pengolahan, proses pemeriksaan dan lains sebagainya
  5. Point terakhir adalah yang paling penting dalam proses penerapan sistem ini dimana jika point ini tidak diikuti maka semua langkah diatas menjadi sia sia. Jika anda  ingin mengetahui point sakral ini maka anda bisa mengikuti pelatihan Quality Food & Industry di Mutiara Mutu Sertifikasi, anda akan dibimbing oleh pemateri yang sudah berpengalaman sehingga proses belajar anda nanti tidak akan membosankan.