6 Contoh Program K3 di Perusahaan yang Bisa Kamu Terapkan
Rekan-rekan ingin membangun program K3 baru sehingga ingin mengetahui lebih banyak tentang contoh program K3 di Indonesia?
Atau ingin memenuhi persyaratan regulasi perusahaan?
Kalau begitu, sekarang Rekan-rekan sudah berada di artikel yang tepat! Di artikel ini kami akan menjelaskan tentang apa saja contoh program K3 di perusahaan yang bisa diterapkan.
Ayo, langsung saja kita bahas!
Fenomena K3 di Perusahaan
Fenomena soal program K3 di perusahaan kini semakin kompleks apalagi jika perusahaan membutuhkan peralatan kerja yang berarti perusahaan perlu meminimalkan potensi bahaya kecelakaan kerja yang ditimbulkan jika tidak melakukan penanganan maupun pengendalian sebaik mungkin.
Salah satunya di PT PLN Area Semarang yang memiliki fenomena pada masing-masing aspek di perusahaannya, misalnya aspek keadaan fisik lingkungan kerja.
Fenomena yang terjadi adalah perusahaan mengerjakan proses bongkar muat yang biasanya dilakukan oleh petugas gudang saja tanpa ada pengawasan dari petugas keamanan.
Aktivitas rutin yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) Area Semarang ini tentu membutuhkan pengawasan yang komprehensif untuk meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Pada aspek lain contohnya, peralatan dan perlengkapan dan pegawai. Fenomena yang terjadi adalah PT PLN Area Semarang masih belum menyediakan alat pemadam kebakaran dengan jumlah yang memadai.
Bahkan, sudah tidak layak pakai karena tidak ada pemeriksaan rutin setiap bulannya.
Lalu, apa saja contoh program K3 di perusahaan?
6 Contoh Program K3 di Perusahaan!
Salah satu perusahaan di Indonesia yang melaksanakan program K3 adalah PT Great Giant Pineapple. Adapun contoh program K3 yang dilakukan perusahaan ini, yaitu:
-
Safety, Health, Environment (SHE)
PT Great Giant Pineapple melaksanakan program K3 ini sebagai wujud prioritas dan integrasi rencana aksi dengan target terukur yang tujuannya untuk mengatasi risiko serta bahaya, seperti pengukuran lingkungan fisik (suhu, cahaya, kebisingan).
Yang dilakukan oleh internal maupun eksternal (PJK3 atau Dinas terkait).
-
HIRADC
PT Great Giant Pineapple melakukan penilaian risiko dan bahaya K3 untuk mengidentifikasi apa saja yang dapat menyebabkan bahaya di tempat kerja dengan beberapa aspek, seperti mengatasi risiko serta bahaya, seperti pengoperasian mesin dumper.
Dengan bahaya gerakan mekanis mesin maka aktivitas ini berisiko pada kondisi karyawan yang berpotensi mengalami luka memar, sobek, atau putus akibat terjepit mesin.
Bahaya lainnya, yaitu kebisingan yang bisa berisiko pada gangguan pendengaran.
-
Emergency Response Plan (ERP)
Yang memiliki beberapa tujuan, beberapa di antaranya yaitu mengidentifikasi potensi situasi darurat dan kecelakaan yang bisa berdampak negatif pada keselamatan, kesehatan pekerja, serta lingkungan kerja.
Kemudian, untuk menetapkan tindakan tanggap darurat dan penanggulangan yang sesuai untuk menyelamatkan tenaga kerja ke daerah aman dan mengurangi kerusakan lingkungan jika terjadi situasi darurat.
-
Evaluasi Risiko Kesehatan
Yang tujuannya untuk mengurangi dan mencegah masalah atau risiko kesehatan maka PT GGP melakukan sejumlah program, salah satunya pemberian APD pada pekerjaan dengan risiko bahaya yang tinggi.
Sehinga, karyawan bisa terlindungi dari bahaya kimia, fisik maupun biologi yang mungkin dijumpai.
-
Prosedur Penyakit Akibat Kerja (PAK)
Yang memiliki beberapa tujuan, yaitu sebagai salah satu cara pelaporan insiden sesuai klausul SMK3 dan peraturan perundangan yang berlaku.
Kemudian, agar setiap insiden yang terjadi bisa segera diidentifikasi dan segera dilakukan perbaikan.
Salah satu prosedur yang dijalankan, yaitu ketika SHE Department mendapatkan dugaan penyakit akibat kerja dari laporan hasil pemeriksaan kesehatan berkala, informasi Klinik Perusahaan berdasarkan keluhan kesehatan pekerja yang bersangkutan atau permohonan rekomendasi dari unit kerja pekerja tersebut.
-
Prosedur Investigasi Kecelakaan
Tujuannya yaitu, agar dilakukan pelaporan insiden yang sesuai dengan regulasi, insiden yang terjadi bisa segera diidentifikasi dan segera dilakukan tindakan lanjutan, serta mengupayakan pertolongan kecelakaan kerja yang bisa segera ditangani dan diberikan rujukan secara tepat.
Bentuk pelaporan awalnya termasuk, korban/saksi/karyawan mengalami kecelakaan kerja dan PAK melakukan pelaporan kepada SHE Representative di bisnis unit masing-masing yang kemudian diteruskan kepada SHE Department, laporan awal dapat dilakukan secara verbal menggunakan telepon atau komunikasi langsung.
Lalu, mengisi formulir laporan insiden dengan batas-batas waktu:
- 2x24 jam untuk jenis insiden Near Miss
- 2x24 jam untuk kecelakaan ringan
- 1x24 jam untuk kecelakaan sedang, berat, dan fatal
Belajar Cara Buat Program K3 di Mutiara Mutu Sertifikasi!
Nah itulah contoh K3 di perusahaan dalam hal ini PT Great Giant Pineapple yang bisa Rekan-rekan terapkan di perusahaan masing-masing.
Apakah Rekan-rekan tertarik untuk belajar cara membuat program K3? Rekan-rekan bisa mempercayakannya kepada PT Mutiara Mutu Sertifikasi.
PT Mutiara Mutu Sertifikasi (MMS) adalah lembaga sertifikasi dan PJK3 terbaik yg bergerak di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta Sistem Manajemen.
Selama kurang-lebih 6 tahun berdiri MMS telah bekerjasama dengan perusahaan nasional, multinasional, serta universitas negeri dan swasta, meluluskan ribuan alumni baik sertifikasi KEMNAKER RI, sertifikasi BNSP, maupun sertifikasi internal.
Jadi, tunggu apalagi? Ayo, belajar cara membuat program K3 bersama MMS!